Mobil Buatan Mahasiswa Aceh di Ajang Kompetisi di Singapura

Mobil Buatan Mahasiswa Aceh di Ajang Kompetisi di Singapura

Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala Banda Aceh akan mengirimkan satu unit mobil listrik hemat energi jenis urban ke ajang kompetisi internasional Shell Eco Marathon yang digelar di Singapura pada Maret 2018 mendatang.

Mobil listrik hemat energi yang dinamai “Malem Diwa R.2.0” itu karya mahasiswa gabungan jurusan teknik mesin dan elektro.

“Teknik Unsyiah akan mengirimkan satu tim untuk mengikuti lomba mobil listrik hemat energi yang diadakan di Singapura pada Maret 2018 mendatang. Sekarang mahasiswa sedang merampungkan karyanya untuk kompetisi kelas internasional,” kata Muhammad Tajudin, ketua Lab Jurusan Teknik Mesin kepada wartawan, Selasa (6/2/18).

Menurut Tajudin, mobil listrik ini dapat melaju dengan jarak tempuh sekitar 90 kilometer per Kwh, dengan perpaduan sistem penyambungan daya dan desain yang sangat efesien. Diharapkan inovasi ini bisa memenangkan kompetisi tingkat internasional itu.

“Mobil listrik hemat energi karya mahasiswa teknik ini sudah kita uji jarak tempuhnya, sudah dapat 90 kilometer per Kwh. Kemudian sasisnya kita buat dari alumunium yang sangat tipis dengan berat hanya 10 kilogram," katanya.

Masih, kata Tajudin, mahasiswa jurusan teknik mesin Usyiah sebelumnya juga sudah pernah mengikuti kompetisi mobil hemat energi (KMHE) tingkat nasional pada tahun 2015 lalu dengan meraih juara tiga. Saat itu, mobil listrik hemat energi tersebut mampu menempuh jarak 175 kilometer per Kwh.

“Sejak tahun 2014, mahasiswa sudah membuat mobil listrik tenaga surya, tapi tidak untuk diperlombakan. Kemudian pada tahun 2015 kita lakukan perbaikan dan ikut kompetisi tingkat Nasional, alhamdulillah mendapat juara tiga, setiap tahun terus kita lakukan perbaikan,” ujarnya.

Selengkapnya




Penyakit Mengerikan Menjadi Dampak Kurang Tidur

Penyakit Mengerikan Menjadi Dampak Kurang Tidur

Tidur adalah salah satu kebutuhan dasar bagi manusia. Ini karena dengan tidur, tubuh manusia beristirahat dengan baik.

Namun, sering kali karena perkerjaan atau tugas banyak orang mengurangi waktu tidurnya atau bahkan tidak tidur. Sekilas mungkin hal ini tidak berbahaya, tapi benarkah demikian?

Dirangkum dari video di channel youtube Tech Insider, Jumat (29/12/2017) Matthew Walker, seorang profesor neuroscience dan psikologi di University of California, Berkeley mencoba menjelaskan dampak dari kurang tidur.

Dalam video berdurasi 4 menit 49 detik tersebut Walker menjelaskan bahwa kurang tidur mencegah otak manusia untuk membuat ingatan baru.

"Jadi seolah-olah, tanpa tidur, kotak memori otak Anda mati dan tidak dapat melakukan pengalaman baru ke memori," ujar Walker yang juga merupakan penulis buku Why We Sleep tersebut.

"Saat ada informasi baru masuk, mereka akan terpental dan membuat Anda seolah-olah amnesia. Anda sebenarnya tidak bisa membuat dan menciptakan kenangan baru itu," imbuhnya.

Selain mencegah masuknya memori atau kenangan baru, kurang tidur juga memiliki dampak lebih besar yaitu penyakit alzheimer. Walker menyebut, penyakit tersebut terjadi karena penumpukan protein beracun yang bernama beta amyloid yang terkait erat dengan risiko penyakit Alzheimer.

"Saat tidur nyenyak di malam hari, sistem pembuangan kotoran di otak benar-benar berada dalam kekuatan tertinggi dan mulai membasmi protein beracun ini, beta amyloid," kata Walker.

"Jadi, jika Anda tidak cukup tidur setiap malam, lebih banyak protein yang terkait alzheimer terbentuk. Semakin banyak protein terbentuk, semakin besar risiko Anda untuk mengalami demensia di kemudian hari," sambungnya.

Berdampak Pada Tubuh

Jika dua hal sebelumnya adalah efek yang terjadi pada otak manusia, lalu bagaimana efeknya pada tubuh yang kurang tidur?

Walker menyebut salah satu dampak kurang tidur akan terjadi pada sistem reproduksi.

"Kita tahu pria yang tidur hanya selama lima hingga 6 jam semalam memiliki kadar testosteron setara dengan pria 10 tahun lebih tua," ujar Walker.

"Jadi, kurang tidur akan membuat Anda menua hampir satu dekade dalam hal kejantanan dan kesehatan," ungkap Walker.

Tak hanya masalah kejantanan, kurang tidur ternyata juga memiliki dampak besar pada sistem kekebalan tubuh. Walker menyebut bahwa tidur malam hanya 4 hingga 5 jam semalam membuat mengurangi 70 persen pada sel kekebalan anti kanker.

Padahal, menurut Walker, sel ini merupakan sel pembunuh kanker alami.

"Itulah mengapa durasi tidur singkat memprediksi risiko Anda untuk mengembangkan berbagai bentuk kanker. Dalam daftar itu, termasuk kanker usus, kanker prostat, serta kanker payudara," kata Walker.

"Sebenarnya, hubungan antara kurang tidur dan kanker sekarang dianggap sangat kuat. Sehingga, baru-baru ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memutuskan untuk mengklasifikasikan segala bentuk pekerjaan ber-shift malam hari sebagai karsinogen," imbuhnya.

Bahaya lain yang mengintai orang yang kurang tidur adalah penyakit kardiovaskular. Menurut Walker, hal ini karena tidur malam adalah bentuk obat tekanan darah terbaik.

"Jika Anda tidak cukup tidur, Anda tidak mendapatkan 'reboot sistem' kardiovaskular, jadi tekanan darah Anda meningkat," ungkapnya.

"Bagi Anda yang tidur hanya selama 6 jam atau kurang, peningkatan risiko serangan jantung fatal atau stroke akan meningkat hingga 200 persen," tambah Walker.

16 Jam Terjaga

Penjelasan Walker memaparkan pentingnya tidur bagi tubuh dan otak manusia. Tapi, yang menjadi pertanyaan kemudian adalah berapa lama orang bisa bertahan tanpa tidur sebelum mengalami gangguan pada otak dan tubuh?

"Jawabannya mungkin sekitar 16 jam terjaga. Begitu Anda bisa melewati 16 jam sejak bangun, saat itulah kita mulai melihat kemunduran mental dan kemerosotan fisiologis tubuh," ungkap Walker.

"Kita tahu bahwa setelah Anda terjaga selama 19 atau 20 jam, kapasitas mental Anda sangat terganggu sehingga sama defensifnya dengan seseorang yang mabuk secara hukum di balik kemudi mobil," imbuhnya.
Selengkapnya




Solusi untuk Orang Sulit Tidur

Solusi untuk Orang Sulit Tidur

Susah tidur atau insomnia adalah pengalaman yang hampir dialami oleh semua orang. Survei meyebutkan, 40 persen orang dewasa Amerika mengalami sulit tidur beberapa kali dalam satu bulan.

Alasan paling umum adalah ketidakmampuan berhenti memikirkan sesuatu, termasuk mengkhawatirkan apa yang akan terjadi di masa depan.

Untuk mengatasi hal ini, ilmuwan Amerika mencoba menghubungkan sulit tidur dengan menulis. Temuan yang dipublikasikan di Journal of Experimental Psychology pada Oktober 2017 itu menunjukkan bahwa menulis jurnal selama 5 menit sebelum tidur akan menjadi solusi yang efektif.

Para peneliti menyarankan tulisan yang dibuat bukan tentang hal yang dialami seharian. Melainkan apa yang akan dilakukan esok pagi.

Dalam abstrak makalah, ilmuwan dari Uiversitas Baylor dan Universitas Emory, AS, melakukan uji coba pada 57 orang dewasa berusia 18-30 tahun. Mereka diminta untuk menulis  selama 5 menit.

Michael Scullin dan timnya membuat dua kelompok dalam penelitian. Mereka ditugaskan secara acak untuk menulis kegiatan yang harus diselesaikan dalam beberapa hari kemudian atau menulis kegiatan yang sudah dilakukan dalam beberapa hari sebelumnya.

Hasil temuannya membuktikan bahwa kelompok yang menuliskan rencana kegiatan beberapa hari ke depan secara signifikan lebih cepat tertidur daripada mereka yang menuliskan daftar kegiatan yang sudah dilakukan.

"Semakin spesifik peserta menulis daftar kegiatan yang akan dilakukan, semakin cepat mereka tertidur. Sedangkan hal sebaliknya terjadi pada peserta yang menulis kegiatan yang sudah diselesaikan," tuis tim peneliti dalam abstrak mereka.

Dalam mengamati pola tidur, peneliti menggunakan rekaman polysomnography di laboratorium tidur.

"Ini adalah hal kecil yang bisa dilakukan orang pada malam hari agar lebih cepat tertidur," ujar Michael Scullin, ilmuwan psikologis dan peneliti tidur dari Universitas Baylor, seperti dilansir dari Psychology Today, Jumat (12/1/2018)

Penelitian yang dibuat Scullin dan timnya mengembangkan penelitian sebelumnya yang mengungkap bahwa menulis daoat mengurangi kecemasan dan menulis sebelum tidur juga dapat membuat tidur nyenyak.

Dengan menulis hal-hal yang dipikirkan sebelum tidur, hal itu akan membantu untuk mengurangi kekhawatiran. Terutama hal-hal yang belum diselesaikan atau dilakukan.

Sehingga masuk akal jika hal ini membuat kita lebih tenang dan dapat segera tidur. Selamat mencoba.

Selengkapnya




Return to top of page
Powered By Blogger | Design by Genesis Awesome | Blogger Template by Lord HTML