Inilah Dinosaurus Berbulu Pelangi Paling Menawan

Inilah Dinosaurus Berbulu Pelangi Paling Menawan

Dinosaurus tidak selalu bertubuh besar dan berpenampilan garang. Peneliti menemukan dinosaurus yang bisa tampil cantik dengan bulu berwarna-warni.

Namanya Caihong juji yang dalam bahasa mandarin berarti "pelangi dengan puncak besar".

Hidup sekitar 161 juta tahun lalu atau di masa Jura, dinosaurus asal China ini berukuran sebesar bebek. Ia memiliki paruh yang runcing dan bulu yang berwarna-warni di sekitar lehernya. Bulu cantik itu berfungsi untuk menarik perhatian lawan jenisnya.

Berkat penampilannya ini, para peneliti sebetulnya ingin memberikan julukan yang lebih lucu bagi Caihong, yakni Rainbow. Namun, nama tersebut dikhawatirkan akan memiliki dampak ilmiah yang serius.

Selain bulu-bulunya, fitur lain yang membuat para peneliti terkesima adalah keberadaan bulu asimetris pada ekor Caihong. Pada burung modern, bulu jenis ini terletak pada sayap. Hal ini menunjukkan bahwa Caihong mungkin memiliki cara terbang yang berbeda dari burung zaman sekarang.

Sebaliknya, Caihong memiliki tungkai pendek dengan tulang kepala yang sempit dan memanjang. Ciri-ciri tersebut lebih mirip dengan burung saat ini daripada dinosaurus.

"Kombinasi ini tidak biasa. Posisi tengkorak rendah dan panjang, seperti velociraptor dengan bulu-bulu halus dan ekor kipas yang besar. Sangat keren atau mungkin terlihat menyeramkan, tergantung cara pandang Anda," kata salah satu peneliti Julia Clarke dari University of Texas Jackson School of Geosciences.

Dilansir dari Science Alert, Selasa (16/1/2018), fosil Caihong ditemukan di pecahan batu dalam keadaan yang nyaris lengkap.

Peneliti juga menemukan gambaran bentuk bulu yang sudah memudar di atas batu fosil itu. Sulit untuk mengetahui apa warnanya, tetapi fosil yang ditemukan sangat lengkap dan rinci sehingga pola melanosomnya masih bisa terlihat.

Melanosom adalah organ di dalam sel yang berfungsi untuk proses perwarnaan bulu. Saat tim membandingkan melanosom Caihong dengan melanosom di bulu burung kolibri yang berwarna-warni, ternyata keduanya sangat mirip.

"Saya terkejut dengan bulu-bulu yang diawetkan dengan indah, meskipun saya telah melihat banyak fosil dinosaurus berbulu sebelumnya," kata Xing Xu dari Akademi Ilmu Pengetahuan China, kepada National Geographic.

"Bulu hewan yang berwarna sangat erat terkait dengan seleksi seksual, atau pemberian sinyal antar lawan jenis untuk reproduksi, dan kami melaporkan bukti paling awal tentang dinosaurus yang memiliki bulu," kata Clarke.

Selanjutnya, peneliti akan melakukan studi lebih mendalam terkait Caihong dan menguji apakah dinosaurus "aneh" ini juga mengembangkan ciri khas unik lain yang tidak dimiliki dinosaurus lainnya.

Penelitian ini telah dimuat di Nature Communication.
Selengkapnya




Nigel, Bururng Hantu Paling Kesepian di Dunia

Nigel, Bururng Hantu Paling Kesepian di Dunia

Kematian Nigel pada akhir Januari 2018 lalu mengingatkan kita lagi tentang kisah kehidupan burung Morus paling kesepian di dunia. Kisahnya sekaligus menjadi gambaran usaha keras para pakar konservasi dan para sukarelawan yang ingin mengembalikan keragaman hayati Selandia Baru.

“Ini seperti akhir yang salah untuk Nigel harus mati sekarang. Pas ketika segalanya tampak akan menjadi lebih baik untuknya,” kata Chris Bell, petugas dari departemen konservasi Selandia Baru yang menemukan Nigel sudah tak bernyawa di sarangnya.

Kisah ini bermula di pulau Mana, sebuah pulau yang disiapkan untuk menjadi pusat konservasi hewan dan tanaman asli Selandia Baru, termasuk burung laut bergenus Morus.

Kelompok konservasi Friends of Mana Island berkata bahwa proyek ini merupakan salah satu pulau dari usaha Selandia Baru untuk menghapuskan predator invasif pada 2050. Mana yang tidak pernah ditinggali oleh tikus dianggap sebagai tempat yang sangat cocok untuk mengenalkan kembali spesies asli Selandia Baru.

Sejauh ini, sebanyak 500.000 tanaman asli, kadal, burung laut, dan burung asli lainnya telah dipindahkan ke pulau Mana. Namun, para pakar belum berhasil merelokasikan populasi Morus. Padahal, burung ini, seperti burung laut lainnya, adalah kunci untuk mengembalikan nutrisi tanah yang dibutuhkan oleh serangga dan tanaman.

Pada 1990-an, para pakar konservasi mengambil langkah drastis dengan membangun patung Morus dari beton di sebelah barat Mana. Pemikat ini diberi paruh kuning, ujung sayap hitam dan bulu putih. Lalu, agar semakin meyakinkan, para pakar konservasi juga memutar suara panggilan burung laut melalui speaker berenergi surya.

Berbagai burung laut datang setelah mendengar panggilan tersebut, tetapi kemudian mereka pergi begitu saja.

Usaha tersebut hampir dianggap gagal hingga kedatangan Nigel beberapa tahun lalu. Nigel rupanya jatuh cinta kepada salah satu replika tersebut dan memilihnya sebagai pasangan seumur hidup.

“Ia (Nigel) membangun sarang di sampingnya. Ia terlihat mencoba menarik perhatiannya dengan merapikan bulu-bulu replika tersebut. Nigel bahkan terlihat mencoba mengawininya,” kata Linda Kerkmeester, wakil presiden dari Friends of mana Island.

Bell berkata bahwa bagian paling menyedihkan dari kisah Nigel adalah sikap “dingin” dari Morus palsu. “Betapa frustasinya untuk berusaha memikat burung batu ini dan tidak mendapat apa-apa. Ia tidak ditolak dan tidak mendapat dorongan,” kata Bell.

Meski demikian, keberadaan Nigel tidak sia-sia. Dia menjadi simbol usaha para pakar konservasi untuk menarik Morus lainnya ke pulau Mana.

Setelah kehadiran Nigel, para pakar kembali mendapat semangat untuk meneruskan proyek ini. Mereka pun mewarnai kembali dan mengubah posisi burung palsu, serta memindahkan speaker agar suara rekaman terdengar lebih jauh di lautan.

Tak lama kemudian, tiga burung laut baru datang ke Mana untuk menemani Nigel. Walaupun Nigel menolak untuk berkawan dengan mereka, para pakar meyakini bahwa keberadaannya berjasa dalam membuat ketiga burung menetap di Mana.

Kini, para pakar berharap agar kawanan baru ini terus tinggal di Mana dan berkembang biak.

Selengkapnya




Kunyit untuk Miliki Daya Ingat Tinggi Sampai Tua

Kunyit untuk Miliki Daya Ingat Tinggi Sampai Tua

Siapa yang suka mengonsumsi kunyit, entah dalam bentuk minuman atau dipakai sebagai rempah? Jika ya, Anda secara tidak sadar telah berusaha menjaga memori dan daya ingat.

Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam American Journal of Geriatric Psychiatry menemukan bahwa kandungan kurkumin yang ada di kunyit dapat mengurangi risiko kehilangan memori pada usia tua. Dengan demikian, kurkumin bisa dimanfatkan untuk pencegahan penyakit Alzheimer.

Peneliti dari Universitas California, Los Angeles  menguji efek kurkumin pada penderita Alzheimer dan orang normal. Rupanya, pemberian suplemen kurkumin secara rutin dua kali sehari berdampak pada naiknya kemampuan kognitif selama satu setengah tahun.

“Sesungguhnya, efek kurkumin tidak pasti. Setidaknya, zat ini mampu menekan risiko peradangan otak. Ini berhubungan dengan penyakit Alzheimer dan depresi berat,” kata Garry Small seperti yang dilansir dari Psychcentral pada Rabu (24/1/2018).

Sinyal amiloid dan Tau di amigdala dan hipotalamus berkurang pada orang yang terbiasa  minum kurkumin.  Dua unsur tersebut berperan pada emosi dan psikologi seseorang.

Penelitian secara acak dilakukan dengan mengambil 40 sampel orang dewasa yang berumur antara 50 hingga 90 yang punya masalah memori ringan. Peserta dibagi menjadi dua. Ada yang  mengonsumsi placebo atau 90 miligram kukurmin  dengan frekuensi dua kali sehari.

Tak lupa peneliti mencatat angka kognitif standar yang dipunyai para sampel saat penelitian dimulai dan tiap enam bulan sekali. Gunanya untuk membandingkan dengan hasil 18 bulan ke depan. Sebanyak 30 responden kemudian dicek tomografi emisi positron atau PET sebagai langkah untuk mengetahui kadar amiloid dan senyawa Tau di otak.

Data yang diperoleh menunjukkan bahwa otak kian mampu menyimpan sekaligus memutar kembali kenangan silam, bagi responden yang rutin mengonsmsi kurkumin. Bandingkan dengan mereka yang hanya disuplai asupan plasebo.

Memori orang yang teratur mengonsumsi kurkumumin meningkat 28 persen selama 18 bulan peenelitan. Kurkumin turut membantu orang memperbaiki perasaannya.
Selengkapnya




Return to top of page
Powered By Blogger | Design by Genesis Awesome | Blogger Template by Lord HTML