4 Cara Merawat Pakaian Agar Terlihat Seperti Baru

4 Cara Merawat Pakaian Agar Terlihat Seperti Baru

Pakaian adalah salah satu kebutuhan harian yang tidak habis sekali pakai. Yup, usai memakainya, kita harus mencuci pakaian untuk kemudian dikenakan lagi di lain hari. Pemakaian pakaian ini sifatnya jangka panjang jadi harus dirawat dengan benar agar warna dan tekstur kain tidak rusak. Apa lagi jika pakaian tersebut adalah pakaian yang bermotif atau yang di-print kain. Menjaga ketahanan warnanya adalah kunci agar pakaian tetap terlihat seperti baru.

Merawat pakaian bisa dilakukan dengan cara mencuci, menjemur, menyetrika dan menyimpannya dengan tepat. Terdengar mudah, namun pada praktiknya masih banyak yang kesulitan menerapkannya. Alih-alih ingin membuat pakaian terlihat seperti baru, yang ada tak jarang menemukan pakaian yang luntur.

Merawat Pakaian Agar Terlihat Seperti Baru

Lantas bagaimana cara merawat pakaian agar pakaian terlihat seperti baru? Berikut informasinya.

1. Mencuci

Tahap awal dari rangkaian perawatan pakaian adalah mencuci. Sebelum mencucinya, pisahkan pakaian yang memerlukan perlakukan khusus. Hal ini bisa dilihat dari jenis kain print, warna maupun motif pakaian. Jangan sampai pakaian Anda luntur dan mengenai pakaian lainnya. 

Selain itu pilahlah juga mana yang harus dicuci dengan air biasa atau air hangat. Periksa kembali apakah jenis kain pakaian Anda tersebut aman jika dicuci dengan mesin cuci maupun sebaliknya.

Untuk mencuci pakaian, pastikan Anda menggunakan deterjen yang aman untuk pakaian dan kulit Anda. Apabila ingin hasil yang maksimal, tambahkan pelembut pakaian di proses akhir pencucian. 

2. Menjemur

Usai dicuci, pakaian bisa langsung dijemur. Untuk menjemur pakaian disarankan menggunakan hanger agar bentuk pakaian tidak berubah. Kendati demikian tetap sesuaikan dengan jenis kain dari pakaian ya. Apabila terbuat dari kaos, hindari menjemur menggunakan hanger, namun jika pakaian Anda terbuat dari jenis kain lainnya bisa memanfaatkan hanger untuk menjemurnya.

Selain itu usahakan untuk menjemur pakaian dalam keadaan terbalik agar warna pakaian tetap terjaga.

3. Menyetrika

Setelah pakaian dikeringkan, langkah selanjutnya adalah menyetrika. Pakaian yang boleh disetrika adalah pakaian yang sudah kering sempurna. Ini untuk menghindari munculnya bau apek pada pakaian. Manfaatkan cairan pelicin pakaian agar lebih mudah disetrika. Gunakan suhu setrika sedang ya, jangan terlalu panas agar tekstur pakaian tidak rusak.

4. Menyimpan

Apabila sudah disetrika, Anda bisa menyimpan pakaian di lemari. Usahakan pintu lemari benar-benar rapat ya agar tidak ada debu dan kotoran yang masuk. Untuk menghindari bau apek selama pakaian di dalam lemari, Anda bisa memanfaatkan kamper. 

Demikianlah 4 cara merawat pakaian agar pakaian senantiasa terlihat baru. Sebenarnya faktor lain yang bisa membuat pakaian terlihat baru meski sudah sering dicuci adalah kualitas bahan atau kain dari pakaian itu sendiri. Oleh karena itu jika ingin membeli pakaian usahakan memilih yang kualitas kainnya bagus. 

Kabar baiknya, ada jasa print kain yang bisa Anda manfaatkan untuk membuat print kain sesuai dengan keinginan Anda. Di sana Anda bebas memilih jenis kain, warna maupun motif yang diinginkan. Pastikan memilih kain yang berkualitas ya!

Selengkapnya




Bahaya Terhirup Asap Rokok pada Benda Sekitar

Bahaya Jika Terhirup Asap Rokok pada Benda Sekitar

Berbeda dengan perokok pasif atau secondhand smoker yang menghirup asap rokok secara langsung di udara, perokok pihak ketiga atau third hand smoker adalah seseorang yang terkena zat sisa asap rokok yang menempel di permukaan benda di sekitarnya.

Pada dasarnya, perokok pihak ketiga juga terkena racun dari rokok yang tertinggal di lingkungan. Hal ini paling sering ditemui apabila dalam suatu keluarga terdapat perokok dan tinggal di dalam satu rumah.

Menurut Dr Georg Matt peneliti dari Universitas San Diego, zat sisa asap rokok dapat bertahan di permukaan benda, khususnya dalam rumah. Ia mengatakan bahwa rumah dapat menjadi sumber dan penampungan utama polutan asap rokok.

Ahli kimia lingkungan Eunha Hoh (sebagaimana yang dilansir oleh eurekalert.org), menyatakan bahwa asap rokok mengandung ribuan zat kimia yang sebagian besar bersifat beracun dan karsinogenik.

Zat ini dapat menempel di berbagai benda, terutama pada lingkungan ruangan tertutup yang memiliki permukaan berpori.

Salah satu komponen yang diketahui bersifat karsinogenik dan dapat tersimpan di lingkungan adalah polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH).

Komponen ini menyerap ke dalam dinding, furnitur, dan benda berbahan gypsum serta karpet di dalam rumah. Zat tersebut dapat tersimpan dalam waktu yang lama dengan kadar zat yang terus meningkat.

Penelitian oleh Sleiman pada tahun 2010 menunjukkan bahwa penyerapan nikotin dari asap rokok dapat berlangsung lebih cepat, dan jumlah yang terserap cenderung konsisten pada permukaan di dalam ruangan, termasuk permukaan kulit dan pakaian.

Zat nikotin tersebut akan tersimpan dan dapat bereaksi dengan asam nitrat di udara sehingga membentuk karsinogen nitrosamine yang dapat diserap tubuh melalui pernapasan, pencernaan dan kontak dengan kulit.

Zat sisa asap rokok dapat dideteksi dengan adanya bau rokok pada permukaan benda setelah tidak adanya asap rokok. Hal ini juga menunjukkan adanya racun dari rokok pada permukaan benda tersebut.

Dampaknya terhadap kesehatan

1. Risiko penyakit kanker

Seperti paparan zat karsinogen pada umumnya, perokok pihak ketiga juga berisiko terkena kanker apabila berada di lingkungan yang terdapat zat sisa asap rokok dalam waktu yang lama.

Penelitian oleh ahli biokimia bernama Hang pada tahun 2013 menunjukkan dampak paparan third hand smokers yang  tertinggal  di  lingkungan  dapat  menyebabkan  terjadinya  kerusakan  sel  hingga  DNA.

Rusaknya rantai DNA dalam sel akibat paparan zat dari sisa asap rokok  dapat menyebabkan sel bermutasi menjadi sel kanker.

2. Kerusakan organ dalam tubuh

Tidak hanya kerusakan sel yang berakibat terhadap tumbuhnya sel kanker, sisa zat rokok juga berpotensi menyebabkan kerusakan pada sistem kardiovaskuler dan organ liver.

Penelitian oleh Martins-Green pada tahun 2014 menunjukkan bahwa dampak paparan third hand smoker di antaranya:

Terjadi  peningkatan  sel  lemak  tubuh  dan  kerusakan  pada liver  akibat peningkatan kadar lemak
    
Paparan zat sisa rokok memicu inflamasi paru yang dapat berakibat pada penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) dan asma, serta menghambat penyembuhan luka pada permukaan kulit

3. Risiko diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 merupakan kondisi apabila terjadi resistensi insulin sehingga menghambat penggunaan glukosa dalam tubuh. Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh tekanan oksidatif.

Menurut Martins-Green, berdasarkan hasil penelitiannya, paparan zat dari sisa asap rokok dapat menyebabkan peningkatan tekanan oksidatif sehingga dapat memicu dan memperburuk resistensi insulin dan menyebabkan diabetes tipe 2.

Siapa saja yang paling berisiko jadi third hand smoker?

Zat sisa rokok akan bertahan dalam waktu yang lama hingga puluhan tahun, dan jumlah kadar racun yang tersimpan akan terus bertambah.

Hal inilah yang menyebabkan siapa saja yang berada di lingkungan tersebut dapat mengalami dampak dari paparan tersebut, terutama anak-anak dan lansia.

Anak dari perokok akan sangat berisiko terkena paparan asap rokok dan lingkungan yang dengan kontaminasi asap rokok. Hal ini dikarenakan zat sisa asap rokok akan terus ada di lingkungan rumah, pakaian, dan kendaraan dengan kadar kontaminasi yang signifikan.

Anak yang memiliki kebiasaan memasukan tangan ke dalam mulut setelah menyentuh suatu permukaan menjadi lebih berisiko. Sedangkan lansia memiliki risiko yang lebih karena kerentanan terhadap penyakit terus meningkat seiring dengan pertambahan usia.

Bagaimana cara menanggulanginya?

Untuk menghilangkan zat sisa asap rokok di dalam rumah, diperlukan pembersihan seluruh sudut rumah, barang-barang, dan furnitur, hingga mengecat ulang dinding rumah untuk meminimalisir kadar racun yang melekat di dinding.

Namun upaya pencegahan akan lebih mudah dan sederhana dengan tidak merokok, atau berhenti merokok di dalam rumah.
Selengkapnya




Return to top of page
Powered By Blogger | Design by Genesis Awesome | Blogger Template by Lord HTML